Showing posts with label pengajian bulanan. Show all posts
Showing posts with label pengajian bulanan. Show all posts

Thursday, March 1, 2018

Milad Ke-6 Hijabers Community Padang: Keberkahan Dalam Umur

Assalamualaikum. Bulan Januari lalu alhamdulillah Hijabers Community Padang genap berusia 6 tahun. Ibarat manusia, 6 tahun baru mau masuk sekolah. Semoga HCP juga semakin semangat belajar bersama dengan para muslimah muda di Kota Padang dan sekitarnya. Untuk syukuran atas milad ke-6, HCP menyelenggarakan pengajian dengan tajuk "Keberkahan Dalam Umur."
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan terjemahannya kemudian dilanjutkan dengan materi utama tentang Keberkahan Dalam Umur oleh Ustadz Akhiruddin.
Ustadz Akhiruddin Keberkahan itu ada pada rizki, harta, keluarga, anak, umur, dan ilmu. Adapun berkah umur adalah dengan dihabiskan untuk mengerjakan kebaikan-kebaikan dan amal shalih. Adapun ilmu yang berkah adalah yang bermanfaat untuk orang lain, diajarkan, diamalkan, dan disampaikan kepada yang lain.

Langkah Agar Umur Berkah

Ada beberapa langkah menjadikan umur berbarakah, di antaranya secara jelas menyebutkan barakahnya umur, dan sebagiannya lagi berupa amal-amal shalih yang dikerjakan seorang muslim lalu Allah melipatgandakan pahalanya. 

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Siapa yang suka diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia menyambung silaturahim." (HR. ِl-Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits di atas dikabarkan, silaturahim menambah umur. Sedangkan dalam hadits Aisyah Radhiyallahu 'Anha sebagai berikut: "Silaturahim menambah umur, sedangkan akhlak baik dan memuliakan tamu, keduanya akan memanjangkan usia dan memeriahkan rumah."

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261)
Kesimpulan dari pengajian ini dapat diringkas sebagai beikut: Umur itu menjadi karunia berharga, jika pemiliknya mengisinya dengan amal-amal shalih yang mendekatkan diri kepada Allah Tabaraka wa Ta'ala. Semoga pertambahan umur HCP menjadi berkah bagi kita semua ya Ukhties.

Selanjutnya acara syukuran milad ke-6 secara seremonial pun dimulai dengan doa, kemudian pemotongan tumpeng, serta makan bersama dan silaturahim dengan adik-adik dari Panti Asuhan Yatim Piatu Aisyiah Padang.
Terima kasih banyak untuk para muslimah di Suamtera Barat yang senantiasa mendukung kami. Semoga HCP selalu istiqomah untuk syiar dengan menyelenggarakan kegiatan yang bermanfaat. Wassalamualaikum.

Monday, February 29, 2016

Pengajian Februari 2016: Cinta di Dalam Islam

Assalamualaikum. Pengajian pada Februari 2016  ini bertema  “Cinta di dalam Islam” yang dilaksanakan di Masjid Muhsinin.  Ustadz Syafwan Diran menyampaikan bahwa cinta di dalam Islam adalah cinta kepada Islam itu sendiri. Lalu beliau membangun pemahaman peserta pengajian dengan pernyataan bahwa menjadi muslim tidak cukup sekedar pengakuan. Menjadi muslim adalah pengakuan yang dilandasi oleh pengetahuan dan bermuara pada tindakan. Layaknya suami istri yang saling mencintai, tidak cukup hanya ucapan “cinta” saja kepada pasangannya, tetapi juga harus disertai dengan bukti berupa tindakan yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Demikian pula halnya saat kita menyatakan bahwa kita adalah orang muslim dan kita cinta kepada Islam, pernyataan tersebut harus diikuti dengan tindakan yang mencerminkan bahwa kita adalah muslim sejati.
Allah membenci orang-orang yang pintar berbicara, tetapi tidak pernah berbuat. Artinya tidak selaras antara perkataan dengan perbuatan. Oleh sebab itu, keislaman kita perlu dibuktikan dengan tindakan nyata ,melalui cara-cara sebagai berikut: 
pertama, bertaqwa kepada Allah. Taqwa diartikan sebagai rasa takut dan patuh kepada Allah SWT, sehingga orang-orang yang bertaqwa akan memperketat pengawasan dirinya dari salah dan dosa;
kedua, masuk ke dalam Islam secara kaffah, sehingga seluruh aspek kehidupannya dijalani dengan nilai-nilai Islam; 
ketiga, istiqamah, yaitu berpendirian kuat dalam mempertahankan nilai-nilai Islam; dan 
keempat, memiliki sifat tawazun, yaitu seimbang dunia dan akhirat.

Di akhir pengajian, Ustadz Syafwan Diran menyampaikan sebuah ayat yang dapat menjadi bahan introspeksi bagi kita, yaitu QS: Al-An’am ayat 44, yang artinya “kemudian apabila mereka melupakan apa yang telah diperingatkan mereka dengannya, Kami bukakan kepada mereka pintu-pintu segala kemewahan dan kesenangan, sehingga apabila mereka bergembira dan bersuka ria dengan segala nikmat yang diberikan kepada mereka, Kami timpakan mereka secara mengejutkan (dengan bala bencana yang membinasakan), maka mereka pun berputus asa”. Ayat ini menyiratkan bahwa jangan sampai cita-cita duniawi mengalahkan kewajiban kita kepada Allah SWT, karena tiada hal yang dapat mengarahkan kita untuk tetap di jalan-Nya selain ibadah yang konsisten.
Demikian resume pengajian HCP untuk bulan Februari lalu. Semoga bermanfaat dalam menuntun kita menjadi muslimah yang dapat menjalankan ajaran agama Islam dengan lebih baik lagi, sebagai bukti kecintaan kita kepada Islam itu sendiri. Sampai jumpa di pengajian berikutnya ukhties. (Bet/Nia).

Thursday, December 31, 2015

Pengajian Desember 2015: Ibadah Pada Ibuku, Sebagai Ibu Ibadahku

Assalamualaikum Ukhti. Pada Bulan Desember 2015 lalu HCP telah menyelenggarakan pengajian dengan tema Ibu. Tausiyah disampaikan oleh Ustadzah Ulfa. Berikut beberapa ringkasan materinya.

Di dalam hadist Rasulullah SAW nama ibu di sebutkan sebanyak 3x. Alasannya karena ibu yang telah melahirkan kita. Saat akan melahirkan,  nyawa ibulah taruhannya. Ibu tak hanya mengandung,tetapi juga menjaga dan membesarkan anaknya. Kedua, ibu adalah seorang pendidik. Ia mendidik anaknya mulai dari kecil hingga besar. Ibu adalah konsultan keluarga yang mengajarkan cinta dan kasih sayang kepada kita. Ketiga, karena ibu telah selalu mendoakan anaknya setiap hari.

Sedangkan ibadah sebagai ibu dimulai ketika seorang perempuan sudah menikah. Menikah adalah sunnah Rasulullah. 
Mengingat besarnya jasa ibu pada kita, mari kita mencoba berbakti kepadanya dengan beberapa cara berikut:
1. Amalkan nasehat ibu, jika di amalkan maka pahalanya pun akan sampai kepada ibu.
2. Berdoa utk ibu ( QS. Al-Isra : 23) 
3. Bersikap santun kpd org tua. Dalam hidup jangan sampai kita memberatkan ibu sebisa mungkin kita ringankan bebannya. Jika seorang ibu sudah terluka hatinya maka hidup kita pun sudah tak di ridhoi Allah. 

Demikian ringkasan pengajian kali ini. Semoga bermanfaat. Salam :)

Monday, November 30, 2015

Pengajian Bulanan November 2015: Muslimah Harus Paham tentang Tata Cara Penyelenggaraan Jenazah

Assalamualaikum. Pada Bulan November 2015, Hijabers Community Padang (HCP) bekerja sama dengan Dompet Duafa Singgalang dalam menyelenggarakan pengajian bulanan. Tema pengajiannya tentang "Memahami dan Mengingat Mati." Tema ini dipilih karena sebagian besar muslimah muda masih belum paham tentang tata cara menyelenggarakan jenazah. Dalam pengajian ini semua peserta dapat melihat bagaimana tutorial menyelenggarakan jenazah yang diperagakan oleh Tim Dompet Duafa Singgalang.

Selain tutorial menyelenggarakan jenazah, para peserta pengajian juga mendapatkan beberapa tausiyah dari Ustadz Imam Masroni. Ada 3 hal yang tak boleh ditunda dalam Islam, yakni: Sholat ketika sudah memasuki waktunya, menyelenggarakan jenazah, bujang yang sudah mampu namun belum bertemu pasangan yang sesuai.

Sesuai dengan materi pengajian, maka yang diulas lebih dalam adalah mengenai penyelenggaraan jeazah. Meskipun harus disegerakan, penyelenggaraan jenazah mendapatkan fasilitas khusus yakni harus diselenggarakan oleh keluarga yang ada hubungan nasad dan mahrom. Oleh karena itu, sudah selayaknya sebagai muslimah kita wajib tahu tentang prosesi penyelenggaraan jenazah.

Setelah tahu tentang penyelenggaraan jenazah, para peserta pengajian diajak bermuhasabah. Sebelum kematian datang, hendaknya kita menyadari bahwa kematian tak mengenal umur dan keadaan. Seperti halnya buah kelapa, yang jatuh bukan hanya yang tua. Untuk itu kita harus senantiasa mempersiapkan diri dengan memperbanyak bekal. Jadilah seperti musafir yang sedang bepergian jauh, sehingga selalu mempersiapkan banyak bekal sebaik mungkin.

Bekal yang harus kita siapkan untuk akhirat adalah amal. Kedua, kita harus mengingat tanda-tanda kematian, sakit dan usia merupakan contoh-contoh pengingatnya.

Sedangkan persiapan yang ketiga adalah segera membuat wasiat. Ternyata wasiat tidak hanya disampaikan ketika sesorang menunggu tanda-tanda datangnya kematian, wasiat bisa disampaikan sesegera mungkin. Contoh-contoh wasiat yang harus kita sampaikan sesegera mungkin diantaranya adalah keinginan ibadah yang belum terlaksana, hutang yang belum terselesaikan dan permohonan maaf atas kedzaliman.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Ada yang Meninggal?

Ketika ada keluarga, saudara atau barangkali tetangga atau teman yang menghadapi saat kematian maka kita sebaiknya talqin, mengulang-ulang kebesaran Allah dengan membisikkan ke telinganya kalimat tauhid. Atau jika sulit maka bisa membantu mengulang-ngulang melafalkan "Allah Allah Allah."
Jika yang bersangkutan ternyata kakinya menjulur yang berarti tandanya rohnya sudah ditarik dari ujung kaki dan matanya melihat ke atas karena melihat perjalanan roh maka kemungkinan yang bersangkutan sudah tiada.

Roh dicabut dalam tiga tahapan. Pertama dari ujung kaki sampai pinggul, dari pinggul dampai dada dan dari dada sampai ke atas. Apabila almarhum matanya masih terbuka maka sebaiknya kita menutup matanya dengan membaca basmallah dan shalawat. Mengikat rahangnya, kemudian melepaskan pakaiannya. Karena keringat yang keluar sewaktu sakitnya roh diangkat bisa menyebabkan jasad cepat busuk. Selain itu manfaat dari dilepasnya pakaian untuk melenturkan persendian.

Setelah itu kita wajib mengumuman kematian ke sebatas di mana jenazah tersebut bergaul, tanpa berlebihan.

Kewajiban yang Harus Dilakukan Setelah Keluarga atau Teman Meninggal

Selain kewajiban atas jasad jenazah, ada lagi kewajiban yang harus kita lakukan. Pertama, menunaikan wasiat sebelum jenazah dikuburkan. 

Kedua, menyegerakan urusan jenazah. Sedikit cerita, Rasulullah baru dimakamkan dua hari karena ada ua hal, yakni belum ada khalifah yang menggantikan, dan sahabat masih berdebat karena Rasulullah meninggal di Madinah sementara lahirnya di Mekah. Sehingga ada perdebatan mengenai tempar pemakaman beliau. Namun kemudian Sahabat ingat bahwa Rasul pernah bersabda,"Sebaik-baiknya jenazah dimakamkan di tempat meninggalnya."

Cara Praktis Penyelenggaraan Jenazah 

  1. Pertama, siapkan alat. alat alat yg d pergunakan utk memandikan jenazah,
  2. menutup aurat jenazah, karena barangkali jenazah dalam kondisi yang kurang layak untuk dilihat. Papan pemandian sebaiknya sedikit miring ke arah kedua kakinya agar air dan apa apa yg keluar dr jasadnya mudah mengalir,
  3. menyiram sekujur tubuh, agar kotoran yg lengket mudah di bersihkan, dan kotoran yang bru keluar tidak lengket,
  4. sebelum di wudhukan: melunakkan persendian, potong kuku jika panjang, bulu ketiak harus dicukur, bulu kemaluan jangan mndekatinya karena itu aurat besar. Kemudian angkat kepala jenazah hingga hampir posisi duduk, lalu mengurut perut untuk mengeluarkan kotoran,
  5. mewudhukan jenazah;
  6. membasuh tubuh jenazah. Catatan*: apabila masih keluar kotoran setelah dbasuh sebanyak 7 kali, hendaklah menutup kemaluannya dengan kapas.
  7. mengkafani,
  8. mensholatkan. 
Demikian ringkasan pengajian bulanan untuk November 2015 tentang Penyelenggaraan Jenazah. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Apabila ada masukan atau pertanyakan silakan disampaikan di kolom komentar ya Ukhti. Wassalamualaikum. :)